SEJARAH TURUNNYA AL-QUR’AN

189 views

baju gamis,gamis syar'i

baju gamis,gamis syar’i, peluang usaha, bisnis rumahan, grosir baju muslim, grosir gamis“ title=

bisnis rumahan, peluang Usaha,baju muslim, baju gamis, grosir baju muslim,gamis, gamis syar'i, grosir gamis,batik , model baju batik, baju batik,model baju batik modern,baju batik modern,baju batik modern,dress batik,model batik,model batik modern,model dress batik,dress batik modern,batik fashion,fashion batik

Di bulan suci Ramadhan, seperti biasa setiap malamnya saya melaksanakan shalat tarawih di mesjid Al-Ikhlas yang berada tidak jauh dari rumah. Malam itu, ustadz yang mengisi kultum di mesjid tersebut menceritakan tentang asal mula turunnya Al Quran. Posting berikut ini adalah sedikit resume yang saya buat setelah mendapatkan kultum dari Ustadz tersebut.

Al Quran diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Al Quran terdiri dari 30 Juz, 6666 ayat, 114 surah dan diturunkan setahap demi setahap selama kurang lebih dua puluh tiga tahun.

Al Quran diturunkan kepada nabi Muhammad dengan tiga cara, yaitu pertama malaikat Jibril turun dalam wujud manusianya dan membacakan ayat-ayat Al Quran kepada nabi Muhammad, kemudian beliau mengikutinya. Kedua, adalah Al Quran turun tanpa perantara malaikat Jibril, sehingga tiba-tiba saja ayat-ayat Al Quran tersebut muncul dalam pikiran nabi Muhammad dan yang ketiga adalah Al Quran turun dengan didahului terdengarnya suara gemerincing lonceng yang sangat kuat. Cara terakhir adalah cara yang dirasa nabi Muhammad sangat berat saat menerima wahyu Allah SWT.

Al Quran yang telah diturunkan ini kemudian diajarkan kepada keluarga dan sahabat-sahabat nabi terlebih dahulu sebelum akhirnya disyiarkan secara terang-terangan kepada masyarakat luas. Pada awalnya Al Quran ini hanya dituliskan pada media seadanya saja seperti kulit unta, tulang binatang dan lain-lain, mengingat pada zaman itu belum ditemukan manfaat kertas sebagai media untuk menuliskan Al Quran.

Pada zaman nabi Muhammad, Al Quran tidak diperbolehkan untuk ditulis, melainkan hanya dihafalkan saja di luar kepala baik oleh nabi Muhammad maupun sahabat-sahabatnya. Sementara itu, untuk menjaga kemurnian Al Quran, setiap malam di bulan Ramadhan malaikat Jibril turun ke bumi dan membacakan ayat-ayat Al Quran tersebut dan nabi Muhammad mendengarkannya dengan seksama. Nabi Muhammad sendiri melarang penulisan Al Quran ini dalam media apapun dalam satu kesatuan.

Setelah nabi Muhammad meninggal dunia, tongkat kepemimpinan Islam diberikan kepada kalifah Abu Bakar As syidiq. Pada masa kepemimpinan Abu Bakar ini, orang-orang Islam yang tipis imannya mulai banyak yang meninggalkan Islam. Mereka meninggalkan semua perintah-perintah Allah seperti shalat, puasa dan zakat. Selain itu, bermunculan pula nabi-nabi palsu yaitu orang-orang yang mengaku sebagai penerus nabi Muhammad.

Bayangkan saja, ternyata sejak ratusan tahun yang lalu sudah banyak bermunculan nabi-nabi palsu ke dunia ini. Maka tentu bukan suatu hal yang mengherankan jika sampai posting ini ditulispun masih saja ada orang-orang yang mengaku dirinya adalah nabi. Di Indonesia yang sebagian besar penduduknya muslim ini saja ada banyak kasus kemunculan nabi palsu. Di antaranya Ahmad Mussadeq, Lia Eden dan lain-lain.

Kasus terbaru dan masih hangat adalah masalah aliran Ahmadiyah yang menganggap bahwa Ahmad Mirza adalah nabi penerus nabi Muhammad. Padahal Ahmad Mirza adalah nabi yang diangkat oleh ratu Inggris atas jasa-jasanya memimpin sebagian umat muslim Pakistan untuk berperang melawan muslim-muslim yang memberontak kepada kerajaan Inggris yang saat itu menjajah Pakistan. Ratu Inggris kemudian menyatakan bahwa Ahmad Mirza adalah “Nabi baru” umat Islam yang cinta perdamaian. <---- Tulisan yang dicetak miring adalah tambahan dari penulis sendiri dan bukan merupakan bagian dari kultum.

Kembali lagi ke zaman Kalifah Abu Bakar, dengan munculnya nabi-nabi palsu ini, maka Kalifah Abu Bakar kemudian memerintahkan para sahabat untuk memerangi nabi-nabi palsu dan umat Islam yang tipis imannya itu. Sayangnya, banyak sahabat nabi yang hafal Al Quran dalam rangka menegakkan agama Islam kemudian berguguran satu demi satu.

Melihat hal ini, kemudian Umar bin Khatab menyarankan kepada Kalifah Abu Bakar untuk mengumpulkan ayat-ayat Al Quran dan menuliskannya menjadi satu kitab saja. Awalnya, ide ini ditentang oleh Kalifah Abu Bakar, karena menurut beliau nabi Muhammad sendiri yang melarang penulisan ayat-ayat Al Quran tersebut, namun setelah melalui perdebatan panjang dan demi menegakkan agama Islam, akhirnya Kalifah Abu Bakar pun mengalah. Setelah itu, dibentuklah panitia pengumpulan dan penulisan Al Quran tersebut.

Ayat-ayat Al Quran itu kemudian dikumpulkan dan ditulis ulang oleh Zaid bin Tsabit. Pada masa Kalifah Umar bin Khatab, kitab Al Quran hanya berjumlah lima buah dan disimpan di lima tempat yang berbeda antara lain, Mekkah, Basrah, Madinah, dan disimpan oleh Kalifah Umar sendiri.

Pada era kepemimpinan Utsman bin Affan, beliau berhasil menaklukkan Syria yang terlebih dahulu sudah mengenal kertas sebagai media untuk menulis. “Teknologi baru“ ini kemudian dimanfaatkan untuk memperbanyak kitab Al Quran. Akibatnya, sekarang semua orang dapat membaca, mengkaji dan memperdalam Al Quran dimanapun dan kapanpun juga. Bahkan, pada zaman sekarang Al Quran diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dengan tentu saja tetap menuliskan ayat-ayat asli Al Quran yang masih berbahasa Arab, sehingga kemurnian Al Quran Insya Allah masih terjaga kemurniannya bahkan sampai sekarang sekalipun. Terjemahan yang ada dalam Al Quran ini semata-mata hanya untuk mempermudah umat Islam untuk mempelajari Al Quran.

baju muslim dan gamis syari

Model Baju Muslim Terbaru

Kami Memperkenalkan Produk Busana Muslim dan Gamis Syar'i yang banyak disukai masyarakat dari ibu-ibu,dewasa sampai remaja karena bahan dan mutu kami lembut,bagus,ukuran tersedia sesuai pesanan,dan harga yang ditawarkan sangat kompetitif,serta kalau dikenakan akan terlihat indah,anggun dan mewah.
Baju sebagai kebutuhan primer memang selalu mengalami perkembangan setiap waktunya, begitu juga baju muslim yang mengalami perkembangan pesat. Bagi muslimah sekarang sudah tidak perlu lagi kebingungan untuk membeli baju muslim. Beberapa tahun terakhir gamis muslim mengalami perkembangan yang cukup signifikan dengan beredarnya model-model gamis muslim terbaru. Bagi anda yang masih merasa kebingungan dengan model seperti apa yang sedang berkembang maka bisa menyimak artikel yang akan memberikan informasi kepada anda tentang model gamis muslim terbaru yang tentu akan sangat menunjang penampilan namun tetap syar'i.

Inilah Berbagai Macam Model Baju Muslim Terbaru dan Kekinian
Berikut Produk Terbaru kami Alaidrous Indonesia :
1. Baju Muslim
2. Busana Muslim
3. Gamis
4. Gamis Syar'i
5. Tunik
6. Mukena
7. Gamis Anak
8. Hijab Syar'i
9. Jilbab
10. Kerudung Segiempat
Gamis
Grosir Baju Muslim

Tips Memilih Bahan untuk Gamis syar'i Terbaru Kualitas Premium

Gamis syar'i merupakan busana muslim yang sangat diminati oleh wanita muslimah di tahun 2017 sebagai jenis Baju Gamis pilihan.
Terbukti dengan permintaan pasar yang cukup besar untuk gamis syar'i, sehingga para Grosir Gamis dan Grosir Baju muslim lebih memilih untuk menjual gamis syar'i sebagai produk andalan terutama saat ramadhan dan lebaran.

Gamis syar'i dibuat dari aneka bahan yang bermacam-macam, dan yang sangat populer saat ini adalah SEJARAH TURUNNYA AL-QUR’AN cukup populer karena termasuk bahan jenis premium, bahan berserat halus, bahannya yang bagus jatuhnya saat dikenakan.

  • Hal utama yang menjadi perhatian kami adalah KUALITAS .. KUALITAS .. KUALITAS produk ,
  • Namun untuk Harga DIJAMIN Jauh Lebih Murah dengan Standarisasi Kualitas Premium yang beredar di Pasaran.
  • Semua Produk Kami “REAL PICTURE” Bahkan Banyak Kepuasan dari Mitra & Pelanggan setia Kami, Bahwa Produk Aslinya Kualitas Jauh Lebih Baik di Banding Fotonya.
  • Kami Tidak terpengaruh dengan persaingan pasar untuk memproduksi produk murah namun memiliki kualitas yang jangka panjangnya dapat mengecewakan Mitra / Pelanggan Kami.
  • Karena Kami selalu berusaha untuk menjaga kualitas serta ciri khas produk. Karena Standar produksi kami adalah High Quality bahkan Premium.
  • Dalam Produksi Produk kami memiliki sistem Quality Control (QC) yang Berlapis. Dari menggunakan bahan kain Limited dan berkualitas premium, jahitan yang rapi hingga aplikasi yang berkualitas. Kualitas yang premium juga menjamin keawetan produk setelah Di PAKAI BERKALI KALI
  • Ini dapat langsung terlihat pada Kesuksesan Para Mitra kami yang selalu mendapatkan Pelanggan yang Setia / Repeat Order , serta Pelanggan kami mendapatkan Kepuasan Produk sehingga saat dikenakan, pemakai akan terlihat rapi dan elegan.