JIN & IBLIS

104 views

baju gamis,gamis syar'i

baju gamis,gamis syar’i, peluang usaha, bisnis rumahan, grosir baju muslim, grosir gamis“ title=

bisnis rumahan, peluang Usaha,baju muslim, baju gamis, grosir baju muslim,gamis, gamis syar'i, grosir gamis,batik , model baju batik, baju batik,model baju batik modern,baju batik modern,baju batik modern,dress batik,model batik,model batik modern,model dress batik,dress batik modern,batik fashion,fashion batik

 bisnis rumahan, peluang usaha, bisnis modal kecil

Dari segi ethimologi jin berasal dari kata dasar " جنّ " yang berarti tertutup " ستر ", sehingga segala sesuatu yang tertutup dikatakan " جن ", termasuk malaikat, menurut orang-orang Jahiliyah termasuk jin lantaran malaikat tak nampak bagi kita.

Penggolongan Malaikat dan lainnya dalam kelompok jin ini ternyata juga dibenarkan oleh Imam As Suhaili dalam bukunya An Nataij. Adapun pimpinan jin disebut Al Jan " الجان " demikian menurut al Jauhari pengarang kitab As Shihah.

Sebagaimana kita ketahui dari Al Qur'an bahwa jinpun ada yang beriman dan beramal baik, demikian juga ada sebagian jin ahli maksiat. Jin yang ini dinamakan "شيطان ",mereka itu adalah pembantu-pembantu lblis yang telah terkenal bahwa dialah makhluk yang pertama kali berani melanggar perintah Allah Ta'ala, sehingga tepat sekali dengan arti bahasanya yakni berasal dari kata شطن عنه yang bermakna jauh dari sesuatu.

Kalau dihubungkan dengan perintah Allah, maka syaithan berarti jauh dari yang Maha Kuasa.

Diatas telah disinggung kata-kata Iblis, siapakah sebenarnya dia?

Iblis menurut arti bahasa berasal dari Ablasa ( أَبْلَسَ ) yang berarti putus asa dari Rahmat Tuhan.

Ungkapan diatas menunjukkan bahwa lblis itu nama aslinya tidak Iblis. Dia disebut iblis setelah mendapat la'nat dari Allah Ta'ala. Ibnu Abi Dunya dan yang pernah meriwayatkan suatu Hadits dari Rasulullah saw bahwa nama Iblis pada waktu masih bersama dengan malaikat adalah 'Azazil, jadi dia termasuk golongan malaikat yang bersayap empat.

Kemudian dia terkena laknat, lantaran tidak mengikuti perintah Allah Ta'ala, yakni memberi penghormatan kepada manusia pertama (Adam), sehingga jadilah dia putus asa dari harapan. Abil Mustana meriwayatkan lain, yaitu bahwa Iblis namanya adalah Nail, kemudian setelah Allah Ta'ala marah terhadapnya, dinamakanlah ia "Syaithan".

Demikian juga riwayat Ibnu Abbas رضي الله عنهما mengatakan bahwa ketika iblis menentang perintah Allah, terlaknatlah dia dan ia menjadi Syaithan.

Dari uraian diatas dapat dimengerti bahwa:

· Iblis/syaithan itu asalnya adalah dari kelompok Malaikat.

· Iblis adalah sebutan baru, yaitu setelah ia mendapat laknat dari Allah Ta'ala. Nama aslinya adalah Azazil/Nail.

Abu Umar bin Abdul Barr pernah menjelaskan bahwa jin mempunyai tingkalan-tingkatan, sehingga dalam sebutan sehari-hari pun dibedakan, yaitu:

· Jin yang tidak mengganggu manusia disebut Jiny.

· Jin yang menetap bersama-sama manusia, sehingga nianusia bersangkutan tampak tidak waras, dinamakan 'Amir.

· Jin yang sering mengganggu anak-anak kecil mereka (orang-orang) mengatakan Arwah.

· Bila jin ini sangat nakal dalam arti melebihi dari gangguan ringan (tidak sekedar tampak di hadapan anak-anak kecil itu) disebut Syaithan, yang lebih dari ini dinamakan Maridun.

· Dan yang paling nakal disebut 'ifrit .

Atau lebih rinci :

1. Iblis : (Bapak moyang Setan dan Jin)

2. Asy-Setan : Setan-setan

3. Al-Maraddah : Pembisik(pewas-was)

4. Al-‘Afaariit : Penipu-penipu

5. Al-A’waan : Pelayan-pelayan

6. Al-Ghawwaasuun : Penyelam-penyelam

7. Al-Tayyaaruun : Penerbang-penerbang

8. At-Tawaabi’ : Pengikut-pengikut (Pengekor)

9. Al-Quranaa’ : Pengawan-pengawan

10. Al-‘Ummaar : Para Penggembira

7 Raja Jin yang Kafir:

1. Mazhab

2. Marrah

3. Ahmar

4. Burkhan

5. Syamhurash

6. Zubai’ah

7. Maimun

7 Raja Jin yang Islam:

1. Ruqiyaail

2. Jibriyaail

3. Samsamaail

4. Mikiyaail

5. Sarfiyaail

6. ‘Ainyaail

7. Kasfiyaail

Raja Jin yang menguasai semua jin tersebut bernama THATHAMGHI YAM YAL.

Sedangkan Anak keturunan Iblis, menurut Sayyidina Umar رضي الله عنه Bahwa Anak keturunan Iblis/Azazil itu mempunyai tugas masing-masing :

1. Zallaitun, Zalfaitoun dipanggil juga Zallanbur, dalam melaksanakan tugasnya menggoda para pedagang di pasar, agar gemar omong, sumpah palsu, memuji dagangan sendiri, berbohong terhadap takaran dan timbangan. Di dalam sebuah kamus disebutkan, bahwa tugas Zallaitoun atau Zallanbour ini adalah memisahkan antara suami dan istrinya dan membeberkan aib seorang wanita kepada suaminya.

2. Watsin, selaku pengelola bencana, dalam menunaikan tugasnya ia menggoda agar si korban berteriak-teriak, memukul-mukul din sendiri dan sebagainya. Ada yang mengatakan, bahwa setan bencana adalah Tabar.

3. A'wan, dalam menunaikan tugasnya bisa saja dengan mempengaruhi pejabat, agar berbuat aniaya.

4. Haffaf, setan pada khamr dan yang terkait dengan khamr,

5. Murrah, Setan pada alat musik (yang ditiup)

6. Laqous dipanggil juga Zajis. Adalah setan yang ada pada orang Majusi/penyembah api. Ada yang mengatakan bahwa Laqis dan Walhan bersama-sama bertugas melakukan godaan pada thaharah (bersuci) dan salat. Disini mereka berusaha minimbulkan was-was.

7. Masuth, adalah setan gossip penyebar berita bohong, atau menambahi/mengurangi berita. Masuth, dipanggil juga sebagai Mathoun.

8. Walhan, bertugas mengganggu orang wudlu, shalat agar was-was. Ada yang berpendapat bahwa setan orang shalat itu bernama, Khanzab.

9. Dasim, dalam menunaikan tugasnya, ia mengobar-ngobarkan api pertikaian antara suami-istri, agar terjadi perceraian di antara keduanya.Pendapat lain mengatakan bahwa Dasim adalah nama untuk setan yang pada makanan/minuman yang tidak dibacakan Asma Allah ketika memakan/meminumnya, atau ia berada pada pakain/selimut dan ikut tidur bila tidak membaca Asma Allah, juga berada pada pakaian yang dilipat dan tidak membaca Asma Allah. Dasim juga suka berada di rumah yang tidak dibacakan Al Qur’an atau kalau akan masuk rumah mengucapkan salam.

Sebagian ulama menyebutkan pengganti Laqous, Murrah dan Haffaf dengan tiga anak iblis lainnya yaitu:

’Awar ia bertugas mengajak kepada penzinaan. Ia ”meniup” kemaluan laki-laki dan pantat wanita.
Wasnan, ia menggoda orang tidur, membebani kepalanya (si orang tidur tadi) serta membuat pelupuk mata, agar tetap tidur dan tidak bangun untuk mengerjakan salat dan ibadah yang lainnya. Di lain kesempatan ia juga mengganjal mata supaya tidak tidur untuk diajak berzina, atau perbuatan jahat lainnya.
Abyadh, ia bertugas menggoda para nabi dan wali.
Jin Ifrit (Jin yang paling jahat) yang mempunyai kerajaan yang besar yang ditaklukkan pada zaman Nabi Allah Sulaiman عليه السلام :

1. Thamrith

2. Munaliq

3. Hadlabajin

4. Shughal

Dan Malaikat yang mengawal semua jin-jin di atas bernama Maithatarun yang bergelar QUTHBUL JALALAH.